Selasa, 09 November 2010

KONSISTENSI NAMA

Secara umum pemberian nama orang disesuaikan dengan latar belakangnya, seperti bangsa, bahasa, suku, agama, dll. Nama-nama seperti Bambang, Sri, Agus, Joko, Tutik, dll. banyak ditemukan pada orang-orang Indonesia bersuku Jawa. Nama Ahmad, Yusuf, Anisa, Zulaikah, dll. banyak ditemukan pada orang-orang beragama Islam. Sehingga kita lebih mudah menebak latar belakang seseorang dari namanya.

Namun seiring perkembangan jaman di era global ini, nama orang cenderung makin unik dan diluar kebiasaan dalam memberikan nama. Ada yang hobby mengadopsi nama yang ke-barat-barat-an, biar berkesan modern, misalnya Robert, Charles, dll.. Ada nama yang berdasarkan singkatan nama kedua orangtua. misalnya Artika dari nama orangtua Sugiarti dan Yunarka. Ada nama yang dikaitkan dengan waktu kelahiran, misalnya Aprilia lahir di bulan April.

Setelah orang mempunyai nama paten. Berlanjut pada orang lain yang berusaha memanggil sesuai namanya. Tetapi ada juga panggilan yang tidak sesuai dengan nama aslinya. Ada panggilan yang melekat sejak balita karena si anak waktu itu tidak bisa mengucapkan namanya sendiri, misalnya karena ada huruf R, dll. Contoh : Ari jadi Ayi, Shaila jadi Lala, dll.

Ternyata panggilan tidak berhenti sampai di situ. Terkadang saat masuk dunia perkuliahan, teman kos suka iseng memberikan julukan yang aneh-aneh. Hebatnya, julukan itu menjadi panggilan beken yang bisa bertahan puluhan tahun. Lebih hebat lagi, setelah lebih dari 10 tahun, mantan teman-teman kosnya kesulitan mengingat siapa nama aslinya, karena yang teringat hanya nama panggilan saja. Kalau toh ingat, paling hanya 1 kata saja, misalnya Heru, Agus, Sari, dll. Tetapi tidak tahu persis nama lengkapnya.

Belum lagi ulah para facebooker yang suka menggonta-ganti nama asli dengan sebutan yang disesuaikan dengan suasana hatinya. Akibat terlalu kreatif, nama asli malah hilang, berganti dengan julukan baru. Misalnya nama asli Siti Aminah, diganti dengan "Mawar merindukan kumbang". Kadang juga nama asli masih ada, walau tidak lengkap. Nama asli Abdul Hakim, diganti dengan "Abdul mencari cinta". dst-nya.

Banyak alasan orang memilih nama. Banyak alasan pula kenapa mengganti nama asli dengan sebutan tertentu. Namun apapun alasannya, jangan sampai perubahan nama hanya akan mempersulit diri sendiri. Cobalah publikasi nama secara konsisten, agar orang lain pun akan konsisten mengingat nama kita. Andaikan ada penelusuran data, misalnya lewat fasilitas search engine google, biodata kita akan lebih mudah ditemukan. Kecuali, anda adalah orang yang ingin menghilang dari peredaran komunikasi sosial.

AROGANSI KARAKTER

Arogansi karakter adalah sikap diri yang cenderung merendahkan orang lain yang mempunyai karakter berbeda. Ini bukan istilah baku, hanya sebagai penjelasan dalam tulisan ini.

Arogansi karakter muncul karena kebiasaan bergaul hanya dengan komunitas yang monoton. Ketika anak muda hanya berkumpul kemana-mana dengan sesama anak muda saja, maka biasanya dia cenderung kurang menghargai karakter anak kecil atau orang dewasa. Dia menganggap bahwa dunia anak muda adalah segalanya. Maka segala nasehat atau peringatan dari anak kecil atau orangtua, sering dipandang sebelah mata.

Begitu juga dengan orangtua yang terlalu sering berkasak-kusuk hanya dengan sesama orangtua, maka kadang kurang bisa memahami bagaimana pergaulan dan karakter anak muda. Memang benar beliau ini pernah muda, tetapi jaman doeloe dengan jaman sekarang jelas berbeda. Dulu apel masih pake naik sepeda, buka pagar, ketuk pintu dan duduk salah tingkah kalo mertuanya ikut nimbrung ngobrol nemani anaknya. Lha sekarang jauh beda, tinggal pencet SMS "hai sayang, abang kangen adik nich!". Gak perlu lagi takut ketahuan bapak ibunya.

Banyak orang yang terkagum-kagum pada guru PAUD, guru playgroup dan guru SD, kok bisa-bisanya asyik bergaul dengan anak balita. Itulah kelebihan mereka, yang mampu berkomunikasi dengan menyesuaikan level khusus untuk anak balita.

Jika anak muda ingin belajar dewasa, maka perbanyaklah berkumpul dengan orangtua. Kalau di masyarakat, ada forum yang bisa mendekatkan itu semua, misalnya rapat RT, tahlilan, dll. Memang awalnya anak muda akan banyak terdiam malu. Tapi lama-lama bisa tertawa dan ikut mengimbangi obrolan. Dia juga mulai menyadari bahwa pola pikir orangtua itu berbeda.

Ada baiknya tiap orang mampu bergaul dengan berbagai macam level umur, dari kalangan balita sampai manula. Balita yang suka dikenalkan benda-benda, anak-anak yang suka diajak jalan-jalan, remaja yang suka mencari pasangannya, orang dewasa yang tertarik pada peluang karier, dan orang manula yang sangat senang ditanya sejarah masa lalunya.

Kita akan makin disukai manakala mampu berkomunikasi dengan menyesuaikan karakter teman bicara. Cobalah selami karakter dan pola pikirnya. Kemudian bawalah alur pembicaraan pada misi anda. Inilah kunci menjadi marketing dan pempimpin yang karismatik.

MEREMEHKAN ORANG LAIN

Terkadang tanpa pertimbangan matang, kita suka meremehkan orang lain hanya karena kondisi saat ini pada orang lain tersebut. Misalnya meremehkan karena dia bodoh, pelupa, miskin, nakal, dll. Sehingga dalam hati, kita sering menilai psimis nasib dia pada masa yang akan datang. Misalnya, ketika seorang murid umur sepuluhtahunan suka mencuri dan mengganggu teman yang lain, maka sang guru sempat berpikir negatif bahwa "tentu si murid ini kelak akan menjadi orang jahat". Benarkah?

Ternyata perjalanan manusia yang satu kadang menjadi misteri bagi pandangan sebagian manusia yang lain. Masa muda yang jahat belum tentu menghasilkan penjahat di masa tua. Demikian juga masa muda yang alim belum tentu melahirkan ulama di masa tuanya.

Setiap manusia mempunyai pilihan dalam perjalanan hidupnya. Apa yang dipilih tergantung suasana hati dan pengaruh lingkungan sekitarnya. Ada orang baru nakal di usia tua karena masa mudanya berada di lingkungan yang 'memaksa' dia untuk alim. Namun ketika tua, dimana peluang dan kondisi memungkinkan, keinginan 'mencoba' mendorong dia untuk berbuat nakal.

Ada orang ketika sekolah SMP terkenal nilainya jeblok dan tulisan tangannya seperti cakar ayam, sehingga teman-temannya menilai dia ini orang bodoh dan hidupnya di masa depan akan susah. Sepuluh tahun berselang, ternyata dia menjadi orang yang paling kaya diantara teman-temannya. Dia terbukti sangat berbakat dalam perdagangan.

Banyak orang ketika masa pendidikan belum mampu menemukan apa bakat (kelebihan) dan minatnya. Sehingga lingkungan sekitarnya sering hanya menilai dari "kulit"nya saja. Namun sepuluh tahun kemudian banyak orang terkesima, karena dia mampu berjuang dan membuktikan bisa berdiri di atas kaki sendiri dengan berdasar pada bakat dan minatnya.

Jangan gegabah meremehkan orang, karena kita belum tentu tahu pasti bagaimana kondisi luar-dalamnya orang tersebut. Andaikan tahu pun, kondisi saat ini hanyalah rujukan data statistik belaka apabila akan digunakan untuk meramalkan bagaiamana dia di masa depan. Itupun semua prediksi dapat keliru 100% karena memang kehidupan masa depan adalah salah satu bagian dari misteri-NYA.

Mahasiswa Recycle

Dua puluhan tahun lalu terkenal istilah "mahasiswa abadi" untuk sebutan mereka yang kuliah tidak lulus-lulus, yang kadang tembus waktu lebih dari sepuluh tahun untuk menyelesaikan kuliahnya. Sekarang ini masa waktu kuliah untuk jenjang S1 dibatasi 7 (tujuh) tahun. Pembatasan ini cenderung tegas tanpa kompromi untuk untuk beberapa universitas. Namun beberapa universitas masih memberikan kelonggaran waktu. Biasanya diberi waktu perpanjangan 2 (dua) tahun lagi, tetapi dengan nomor mahasiswa seperti mahasiswa yang baru masuk. Kondisi seperti ini sering disebut sebagai Mahasiswa Recycle.

Ketika mengamati perilaku dan mencoba mendengarkan keluh kesah para mahasiswa recycle ini, banyak cerita yang bisa didapat dan diambil hikmahnya. Untuk lebih mudahnya, sebutan mahasiswa recycle disingkat dengan MR ya...

Ketika seseorang masuk menjadi mahasiswa di suatu universitas, yang terbayang adalah dia akan cepat lulus dan meraih gelar sarjana. Tapi toh diantara mereka ada yang terjebak menjadi MR. Kenapa ini terjadi? sangat beragam penyebabnya. Namun dapat dipastikan mereka menjadi MR penyebabnya 90% bukan karena kebodohan. Beberapa penyebab tersebut antara lain sbb. :

1. Salah pilih jurusan
Ternyata, banyak calon mahasiswa baru yang belum mampu menemukan apa potensi bakat dan minat keilmuannya. Sehingga pemilihan jurusan lebih banyak ditentukan oleh "trend". Padahal jurusan yang berkualitas dan jumlah peminatnya banyak, belum tentu sesuai dengan bakat dan minatnya. Ada juga, mereka memilih jurusan tertentu karena desakan orangtuanya atau mengikuti pilihan sahabat dekatnya. Sebenarnya, apabila dia mampu beradaptasi dengan jurusan yang dipilih, untuk kuliah dan lulus bukanlah jalan sulit. Tetapi sangat fatal apabila dia tidak punya semangat lagi untuk mendalami keilmuan di jurusan tersebut karena dia tidak suka. Tiada motivasi inilah yang mendorong mereka menjauhi kampus dan akhirnya tanpa sadar menjadi MR. Biasanya dia akan tersadar jadi MR kalau mengetahui kebanyakan teman seangkatan sudah lulus.

2. Masalah Cinta
Kata orang, cinta bukan sekedar ber-sms ria atau jalan bareng menikmati kuliner di pelosok kota. Ternyata cinta mampu mengendalikan perilaku, yang kekuatannya bisa sebesar perilaku penganut agama. Kebiasaan sehari-hari bisa berubah total, karena cinta. Bahkan, harapan hidup pun bisa melayang hanya karena kehilangan cinta.
Banyak para mahasiswa yang menjadi MR karena patah hati. Rasa dikhianati, sakit hati, benci, dendam dan tiadak gairah hidup membuat urusan perkuliahan menjadi sesuatu yang tidak penting. Mereka yang gagal dalam percintaan ini lebih memilih jalan pelampiasan, yang ujungnya semakin menjauhi kegiatan kampus.
Apakah para MR ini mampu kembali ke kampus dan menyelesaikan kuliah, tergantung sejauh mana penyimpangan dan seberapa besar motivasi untuk memperbaiki diri. Jika pelariannya itu menimbulkan efek baru yang lebih besar, biasanya akan sulit untuk kembali. Misalnya pelarian menjadi PSK, pecandu narkoba dan miras, dll.

3. Faktor Ekonomi
Mungkin awalnya kuliah masih mempunyai dukungan dana lumayan. Namun ditengah jalan, dana sangat berkurang. Sehingga banyak mahasiswa memilih untuk cuti atau part time (nyambi) kerja. Kegiatan sampingan untuk mendapatkan uang ini kadang melupakan konsentrasi untuk belajar dalam perkuliahan.
Namun faktor ekonomi ini lebih banyak jalan solusi daripada penyebab lainnya karena di universitas biasanya banyak terdapat beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu. Kegiatan praktikum dan proyek kerjasama dosen juga biasanya mampu memberikan pendapatan tambahan bagia mahasiswa yang terlibat.
Kuncinya, para MR dengan alasan ekonomi harus gigih berjuang menjalin silaturahmi dan mencari/menciptakan peluang kerja.

4. Hobby
Banyak lho, mahasiswa yang larut dalam kegiatan penyaluran hobby sampai melupakan kewajiban kuliahnya, seperti bermain musik, panjat gunung, ndugem, olahraga, dll. Mereka lebih mementingkan hobby daripada kuliah. Mereka cenderung berteman dengan orang-orang yang punya hobby sama dibandingkan berteman dengan teman seangkatan. Selanjutnya mereka jarang terlihat di kampus, jarang mendapat informasi akademik, sehingga lambat laun akan ketinggalan dari teman-teman kuliahnya.
Menjalankan hobby tidak salah, karena terbukti banyak orang mendapatkan pekerjaan utama sesuai dengan hobbynya. Namun penyaluran hobby yang menyimbang dari perjuangan (kuliah) jelas akan menempatkan pilihan sulit, terus kuliah atau meredam hobbynya.

5. Dosen Pembimbing
Ini lebih cocok untuk para MR yang terhambat saat dia menyelesaikan skripsi. Faktor penghambat boleh jadi karena tidak ada keselarasan dengan dosen pembimbing. Bisa karena dosennya terlalu pandai, sehingga punya keinginan yang melebihi batas kemampuan bimbingannya. Bisa karena mahasiswanya sudah takut duluan untuk bertemu dosen pembimbingnya (biasanya karena termakan rumor negatif tentang si dosen).
Untuk menilai secara obyektif apakah karena dosen pembimbing atau mahasiswanya sendiri, dapat dilihat dari kacamata umum. Jika kebanyakan mahasiswa bimbingan dosen tersebut mengalami kesulitan (lulus lama), maka boleh jadi itu faktor dosennya. Namun jika kebanyakan mahasiswa bimbingan si dosen bisa lulus cepat, hanya segelintir yang lama, maka boleh jadi si mahasiswa MR itu yang bermasalah.
Melakukan bimbingan kepada dosen bukan sekedar transfer ilmu, tetapi juga belajar tata krama, konsistensi sikap, keuletan dan pengabdian. Pengalaman ini akan sangat berharga saat mahasiswa sudah lulus dan masuk dunia kerja.

6. Aktif Organisasi
Aktif organisasi akan melatih mahasiswa belajar manajerial dan kepemimpinan. Bagaimana dia belajar mempengaruhi orang lain untuk bekerjasama meraih tujuan bersama yang dicita-citakan. Organisasi yang baik akan mengajarkan obyektifitas dan profesionalitas. Obyektif memandang masalah tanpa intervensi doktrin yang menyesatkan. Profesional berbuat kepada siapa saja karena hakekat tanggungjawab itu kembali pada diri sendiri dan terukir sampai tua.
Pengikut organisasi yang terkotori oleh doktrin sesat dapat menjauhkan mahasiswa tersebut dari dunia perkuliahan dan pergaulan dengan dosen-pegawai. Apalagi jika mereka terjebak malah memusuhi dosen-pegawai dengan berbagai argumen. Ibarat seorang anak yang membenci orangtuanya, dia akan cenderung malas di rumah dan tidak mau mendengarkan nasehat (transfer ilmu) dari orangtuanya.
Fakta membuktikan, banyak tokoh besar berasal dari mereka yang kuliahnya menjadi aktifis organisasi. Tetapi banyak pula mereka yang MR juga karena terlalu asyik aktif berorganisasi, sampai lupa meraih IPK yang tinggi.

Sebagai penutup,
sebenarnya para MR ini sudah mengalami tekanan yang sangat besar. Tekanan kampus yang mengancam DO bila tidak segera menyelesaikan kuliahnya. Tekanan lingkungan dimana adik kelas suka usil bertanya "udah kerja dimana mas?", padahal lulus juga belum. Tekanan orangtua yang meneror menanyakan kapan lulusnya. dll.
Melihat kondisi ini, alangkah baiknya kita beri perhatian yang besar kepada mereka ini. Yakinlah mereka dulu juga tidak bermimpi menjadi MR. Maka, perhatian dan bantuan apapun dari kita akan sangat membantu mereka, minimal memotivasi mereka untuk memanfaatkan sisa waktu dengan berjuang dan terus berjuang agar bisa lulus dan diwisuda.

JALAN PINTAS

Sebuah koran lokal memberitakan kebiasaan mahasiswa sekarang ini cenderung lebih suka mencari bahan-bahan kuliah dengan bantuan mbah Google (browsing di internet) daripada mencari literatur di perpustakaan. Prinsip yang digunakan sederhana, kalau ada cara yang lebih mudah kenapa memilih cara yang lebih sulit?
Sehingga wajar pada ilmuwan saat ini lebih suka mengoleksi file-file literatur daripada memenuhi ruang kerjanya dengan lemari berisi buku-buku.

Kemajuan iptek, terutama bidang teknologi komunikasi dan informasi, memang cenderung merubah perilaku manusia secara umum. Banyak fenomena yang sangat kontras berbeda dengan 20 tahun yang lalu atau sebelumnya, khususnya sebelum trend penggunaan komputer, hand phone dan internet.

Sekarang ini, terasa aneh bila melihat seseorang tidak membawa hand phone. Bahkan benda ini lebih membuat ketagihan dibandingkan dengan pecandu rokok. Hanya segelintir orang saja yang bersikukuh anti memakai hand phone, tentu dengan alasan yang meyakinkan. Sementara bagi pemakai hand phone, barang ini adalah kebutuhan dasar, yang mungkin sejajar dengan pangan-sandang.

Sebentar lagi, orang akan merasa aneh melihat dua pihak berkirim surat ala media pak pos. Kenapa tidak dengan email saja, begitu komentarnya. Namun surat-menyurat konvensional saat ini masih lumayan akrab di pedesaan, tetapi lumayan hilang di perkotaan. Kecuali surat-menyurat yang berkekuatan hukum tinggi.

Bersilaturahmi juga sama saja, tidak lagi berpikir untuk datang ke rumahnya dan mengetuk pintu serta berbasa-basi di ruang tamu. Cukup dengan SMS "gimana kabarmu?" dll. Jadi wajar jika banyak generasi muda sekarang tidak familiar dengan adab kesopanan dalam bertamu. Ini bukan berarti mereka tidak sopan, tetapi lebih disebabkan kebiasaan ini tidak lazim lagi dalam dunia mereka.
Dengan adanya wabah SMS, banyak orang terdiam sendiri di berbagai tempat. Tapi dengan bantuan mata dan jemari tangan, angan melanglang buana kemana-mana dengan menebar SMS ke berbagai orang. Sampai dia tidak sadar bahwa tubuhnya berada di ruang publik, yang kadang harus menyapa atau disapa oleh orang-orang di dekatnya.
Wabah ini bahkan juga merambah ke pengendara motor dan mobil, sampai harus mengatur konsentrasi antara melihat ke jalan dan mengirim pesan SMS. Semoga tidak ada yang iseng membentak di sampingnya, karena pasti akan kaget dan resiko kecelakaan akan sangat tinggi, terutama untuk pengendara motor.

Mengungkap kangen dan cinta juga tidak perlu apel setor tubuh, kecuali ada misi "tubuh bertemu tubuh". Kalau hanya kangen, banyak dilakukan dari lokasi yang berbeda, namun isi SMS seakan mereka sedang berdua saja di dunia ini. "Yank, aku kangen..... muach-muach". dll. dll.
Tapi jangan komplain apabila si penerima pesan, walau menjawab dengan mesra, tapi bisa saja dia saat itu sedang bersama dengan "tubuh" yang lain. So, jalan pintas jelas punya sisi kelemahan juga.

Lihat juga suasana rapat dimana-mana. Terkesan anggota rapat terdiam mendengarkan sang moderator. Tapi tengoklah tangan-tangan mereka di bawah meja, yang asyik mengirim-menerima pesan ke/dari tempat lain. Haruskah sebelum rapat ada aturan penyanderaan HaPe?

So, jalan pintas mana yang kita pilih menjadi jalan terbaik? ataukah kita memilih menghindarinya? mari kita renungkan

Minggu, 07 November 2010

Surat Cinta Seorang Ikhwan

Berikut ini adalah sebuah surat cinta dari seorang ikhwan, yang ditujukan kepada seorang akhwat. Surat cinta ini, bukanlah sekedar surat cinta biasa, namun juga surat yang sarat dengan nilai islami. Surat ini menyiratkan perasaan seseorang yang sudah memendam perasaan terhadap seorang akhwat selama 2 tahun.

Assalamu’alaikum wahai engkau yang melumpuhkan hatiku

Tak terasa dua tahun aku memendam rasa itu, rasa yang ingin segera kuselesaikan tanpa harus mengorbankan perasaan aku atau dirimu. Seperti yang engkau tahu, aku selalu berusaha menjauh darimu, aku selalu berusaha tidak acuh padamu. Saat di depanmu, aku ingin tetap berlaku dengan normal walau perlu usaha untuk mencapainya.

Takukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan hatiku? Entah mengapa aku dengan mudah berkata “cinta” kepada mereka yang tak kucintai namun kepadamu, lisan ini seolah terkunci. Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku mencintaimu, walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah mereka yang engkau cintai walaupun itu hanya sebagian dari prasangkaku. Jika boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi “illah” bagiku, karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti.

Sakit hatiku memang saat prasangkaku berbicara bahwa engkau mencintai dia dan tak ada aku dalam kamus cintamu, sakit memang, sakit terasa dan begitu amat perih. Namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku mengerti bahwa senyummu adalah sesuatu yang berarti bagiku. Ketentramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku, dan aku mengerti bahwa aku harus mengalah.

Wahai engkau yang melumpuhkan hatiku, andai aku boleh berdoa kepada Tuhan, mungkin aku ingin meminta agar Dia membalikkan sang waktu agar aku mampu mengedit saat-saat pertemuan itu hingga tak ada tatapan pertama itu yang membuat hati ini terus mengingatmu. Jarang aku memandang wanita, namun satu pandangan saja mampu meluluhkan bahkan melumpuhkan hati ini. Andai aku buta, tentu itu lebih baik daripada harus kembali lumpuh seperti ini.

Banyak lembaran buku yang telah kutelusuri, banyak teman yang telah kumintai pendapat. Sebahagian mendorongku untuk mengakhiri segala prasangku tentangmu tentang dia karena sebahagian prasangka adalah suatu kesalahan,mereka memintaku untuk membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua rasa prasangmu terhadapku. Namun di titik yang lain ada dorongan yang begitu kuat untuk tetap menahan rasa yang terlalu awal yang telah tertancap dihati ini dan membukanya saat waktu yang indah yang telah ditentukan itu (andai itu bukan suatu mimpi).

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin aku bukanlah pejantan tangguh yang siap untuk segera menikah denganmu. Masih banyak sisi lain hidup ini yang harus ku kelola dan kutata kembali. Juga kamu wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kamu yang dengan halus menolak diriku menurut prasangkaku dengan alasan belum saatnya memikirkan itu. Sungguh aku tidak ingin menanggung beban ini yang akan berujung ke sebuah kefatalan kelak jika hati ini tak mampu kutata, juga aku tidak ingin berpacaran denganmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin saat ini hatiku milikmu, namun tak akan kuberikan setitik pun saat-saat ini karena aku telah bertekad dalam diriku bahwa saat-saat indahku hanya akan kuberikan kepada bidadari-ku nanti. Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tolong bantu aku untuk meraih bidadari-ku bila dia bukanlah dirimu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tahukah kamu betapa saat-saat inilah yang paling kutakutkan dalam diriku, jika saja Dia tidak menganugerahi aku dengan setitik rasa malu, tentu aku telah meminangmu bukan sebagai istriku namun sebagai kekasihku. Andai rasa malu itu tidak pernah ada, tentu aku tidak berusaha menjauhimu. Kadang aku bingung, apakah penjauhan ini merupakan jalan yang terbaik yang berarti harus mengorbankan ukhuwah diantara kita atau harus mengorbankan iman dan maluku hanya demi hal yang tampak sepele yang demikian itu.

Aku yang tidak mengerti diriku…

Ingin ku meminta kepadamu, sudikah engkau menungguku hingga aku siap dengan tegak meminangmu dan kau pun siap dengan pinanganku?! Namun wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kadang aku berpikir semua pasti berlalu dan aku merasa saat-saat ini pun akan segera berlalu, tetapi ada ketakutan dalam diriku bila aku melupakanmu… aku takut tak akan pernah lagi menemukan dirimu dalam diri mereka-mereka yang lain.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, ijinkan aku menutup surat ini dan biarkan waktu berbicara tentang takdir antara kita. Mungkin nanti saat dimana mungkin kau telah menimang cucu-mu dan aku juga demikian, mungkin kita akan saling tersenyum bersama mengingat kisah kita yang tragis ini. Atau mungkin saat kita ditakdirkan untuk merajut jalan menuju keindahan sebahagian dari iman, kita akan tersenyum bersama betapa akhirnya kita berbuka setelah menahan perih rindu yang begitu mengguncang.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mintalah kepada Tuhan-mu, Tuhan-ku, dan Tuhan semua manusia akhir yang terbaik terhadap kisah kita. Memintalah kepada-Nya agar iman yang tipis ini mampu bertahan, memintalah kepada-Nya agar tetap menetapkan malu ini pada tempatnya.

Wahai engkau yang sekarang kucintai, semoga hal yang terjadi ini bukanlah sebuah DOSA.

Wassalam


Read more: http://cintaukhti.blogspot.com/2010/03/blog-post.html#ixzz14bEpe9pM

Do’a seorang akhwat


Buat semua yang merasa dirinya seorang akhwat ataupun seorang ukhti, amini doa ini.
Buat selain akhwat atau ukhti baca dan renungi doa ini

Tuhanku…
Aku berdo’a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu



Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia
Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah
Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya
Tuhanku…
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna
Tuhanku…
Aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku
Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:
“Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat
membuat hidupku menjadi sempurna.”
Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan
Amin….

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger